Ini Hal yang Bisa Dipelajari Anak dalam Pilkada

Pemilihan kepala wilayah (pilkada) tinggal 2 hari lagi. Perang politik yang akan terjadi, lebih-lebih di Jakarta, sedang panas-panasnya. Meskipun begitu, berdasarkan psikolog anak, Ine Indriani, banyak sekali pelajaran yang dapat dipetik dari pilkada ketika ini.

“Decision making ataupun mengambil keputusan, menganalisa, dan berpikir kritis, kebangsaan bahwa saya ini adalah orang Indonesia, saya mesti memilih. Rasa ada tanggung jawab pun juga, tanggung jawab kebangsaan. Terus lalu lebih ke nasionalisme.”

Selain itu, dari pilkada anak pun juga dapat belajar untuk berpolitik. Tahu mengenai dunia politik. Belajar mengenai berpendapat. Mereka pun juga dapat belajar untuk menahan emosi.
Sebab seperti kami ketahui, banyak orang melepas pertemannya di account media sosial sebab di anggap terlalu provokatif ataupun terlalu negatif. Kepala akan langsung berdenyut pening saat membuka Fb serta membaca statusnya mengenai pilkada.

Anak pun juga dapat belajar untuk selalu berpikir positif. “Selama ini kan negatif, selalu negatif terus. Belajar objektif, kini berdasarkan saya telah tak objektif pilihannya, telah subjektif. Sebab di pengaruhi agama, yang 1 di pengaruhi ras, yang 1 di pengaruhi kepentingan politik, telah tak objektif. Anak kini belajar untuk objektif. Untuk tenang, tak mudah terprovokasi, kami tuh orang dewasa saja jika tak sesuai kayaknya pengen ngomong. Gak ada juntrungannya lebih baik kan diam, itukan butuh kemampuan untuk bisa menahan diri,” paparnya.

Ine menegaskan kembali kalau banyak pelajaran yang dapat di ambil dari pilkada ini. Sebab itu, lanjutnya, perlu ada kematangan diri untuk bisa menghadapi pilkada ini, dalam artian yaitu emosi, segala macam. “Anak belajar berpikir layaknya orang dewasa, berpikir kritis dan berpikir logis, menganalisa menurut data serta fakta. Bukan sebab ikut-ikutan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *