Orang Tua Diajak Berdiskusi Sehat dengan Anak Jelang Pilkada

Dalam pilkada (pemilihan ketua wilayah) nanti bukan cuma orangtua yang akan membagikan hak suaranya. Namun pun juga anak muda ataupun pemilih pemula pun juga akan membagikan suaranya.

Pemilih pemula sering tetap bingung memilih pasangan calon yang akan dicoblos. Orangtua dapat mengajak anak berdiskusi dalam memilih pasangan calon yang sesuai dengan opsi.

“Yang pasti pertama itu diskusi ya, maksudnya orangtua itu harus demokratis. Yang kedua hargai pendapatnya (anak), tak memaksakan kehendak,” kata psikolog anak, Ine Indriani.

Ketika diskusi, orangtua sebaiknya membagikan serta fakta-fakta seperti apa para paslon itu. Informasinya yang di berikan sebaiknya yang positif, tak menjelekkan paslon yang lain. “Orangtua jadi ditantang untuk kasih positif kepada anak. Orang ini positifnya kaya gini, yang itu begini, meskipun akhirnya jeleknya jadi begini. Pasti arahnya nanti ke situ ya. Kami pun begitu namun dengan cara meminimalisasi kata yang terlalu membenci. Jangan terlalu menyudutkan, memprovokasi,” ujar dia.

Orangtua, berdasarkan Ine, dapat menjadi contoh untuk anak. Kalaupun orangtua tak doyan dengan paslon, orangtua tak bisa menunjukkan kebenciannya di depan anak. Hingga orangtua dapat jadi contoh yang baik bagi anak.

Iman Sjafei dari Perkiraan, 1 website series di Youtube mengenai komentar masalah sosial politik yang sedang hangat, berkata hal sependapat. Berdasarkan dia, orangtua serta anak memang mesti berdiskusi. Mereka mesti mempunyai data dari calon masing-masing, tunjukkan kalau data calon jagoannya lebih bagus, yang terpenting itu isi diskusinya mesti kuat. Baik mengenai program, visi misi, sampai rekam jejak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *