Orang Tua Diajak Berdiskusi Sehat dengan Anak Jelang Pilkada

“Namun jangan isu-isu bawaannya yang sebenarnya gak terpenting. Pada akhirnya akan pilih siapa itu bebas, itukan dijamin oleh undang-undang. Siapapun itu bebas untuk memilih. Harusnya pun juga jika dahulu gak bisa diomongkan, jika kini bebas. Namun yang tetap hingga kini ya itu hak dalam memilih dijamin oleh undang-undang,” ujar dia.

Randi Rahardan dari Sinergi Muda juga menambahkan, selain dengan orangtua, anak pun juga berdiskusi dengan siapapun. “Yang paling dekat tentu saja keluarga. Serta keluarga tak mesti orangtua. Ada adik ada kakak serta segala macam,” katanya.

Dia berkata, harusnya anak muda tertarik dalam hati sendiri mempertanyakan politik itu seperti apa, calon pemimpin kami siapa saja. “Pantas diskusi dengan siapapun. Kami kan anak muda, namun kami tuh kadang doyan menganggap yang tua-tua ini kolot serta segala macam. Yang muda dari kami gak ngerti apa-apa. Malah mereka yang mesti diserap aspirasinya pun juga. Sebenarnya anak muda berada di tengah, antara anak yang masih belum tahu apa-apa sama orangtua. Dapat di tengah-tengah untuk bisa mengakomodasi siapakah gubernurnya nanti,” ujar dia yang baru lulus kuliah.

Untuk materi diskusi, terang dia, dapat bergantung pada latar belakang, jika menengah itu biasanya mengenai macet, transportasi, banjir, serta yang lain. Sudut pandang orangtua dapat di jadikan menjadi referensi mau pilih siapa. “Namun lebih baik tak semata-mata kami memilih apa saja yang dipilih sama mereka,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *